PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PSIKOLOGIS MANUSIA


Pesatnya kemajuan teknologi saat ini memberi pengaruh yang sangat besar bagi generasi muda saat ini. Alat-alat teknologi saat ini yang banyak disenangi oleh kalangan anak-anak antara lain televisi/media perfilman, handphone, MP4 Player, game console, dan tentunya komputer. Dalam kesempatan ini saya akan membahas bagaimana pengaruh yang dapat diberikan karena banyaknya alat-alat canggih yang dijejalkan bagi anak-anak, khususnya komputer.



Sepertinya komputer sebagai salah satu benda wajib bagi setiap anak (terutama bagi kita yang mahasiswa ini). Namun apakah Anda tau apa bahayanya jika anak terlalu dibebaskan bermain komputer terlalu lama.... Beberapa dampak negatifnya antara lain :

  • Pengaruh buruk dari Games Komputer. Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak 'mengkonsumsi' games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

     
  • Pengaruh buruk  lewat internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.

     
  • Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.


    Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.

    Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.

* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.

* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.



Sebenarnya pengaruh negatif ini pun bisa timbul di usia dewasa seperti kita, misalnya kita menjadi malas, kecanduan, insomnia, obesitas, anti sosial karena menjadi jarang bergaul di dunia nyata. Bahkan di beberapa kasus, seseorang justru lebih mengenal teman di friendlist akun jejaring sosialnya daripada tetangganya sendiri (orang terdekat di dunia nyata). Selain itu user menjadi sangat tergantung dengan fasilitas yang terdapat pada komputer. Atau sebut saja game pada komputer Anda. Apa pengaruh negatifnya . . . kita menjadi melupakan permainan-permainan tradisional yang dulu saat kecil sering kita mainkan, yang bisa melatih kekompakan, rasa persaudaraan, kerja sama, sportivitas, dll. Tidak menutup kemungkinan anak-anak zaman sekarang lebih mengenal permainan di komputer dari pada permainan tradisional kita. Padahal dari sisi kesehatan, permainan tradisional jauh lebih baik.



Walau bagaimana pun, tetap saja pengaruh positif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi sama banyaknya dengan pengaruh negatif. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa kita sangat membutuhkan alat-alat tersebut untuk membantu dan mempermudah pekerjaan. Bahkan ada saja orang yang rela mengeluarkan duit banyak untuk mendapatkan alat-alat hi-tech untuk mendapat fasilitas yang lebih baik. Karena teknologi tersebut pula mempermudah kita untuk mendapat informasi yang dibutuhkan dan lebih cepat pula karena informasi pun lebih cepat tersebar. Dengan adanya fasilitas internet sungguh sangat membantu kita dalam bertukar dan mendapatkan data (internet menjadi sangat efektif dengan layanan www dan search engine lainnya untuk mendapatkan informasi yang penting dan akurat seperti yang saya lakukan saat ini), media komunikasi (chatting salah satunya), serta sebagai fungsi komunitas (kita bisa temu kangen dengan teman lama, berkomunikasi dengan teman-teman di seluruh dunia, bisa bergabung dengan teman sehobi di dalam forum,dll).



Begitu banyak yang bisa kita dapatkan dari teknologi saat ini. Untuk mengurangi dampak negatifnya mungkin dengan menyeimbangkan diri dengan dunia nyata dan dunia maya. Jangan gaptek juga dengan pesatnya informasi baru yang masuk dan jangan terlalu tercandu dengan fasilitas yang diberikan, serta bergaul dengan teman sosial Anda yang nyata juga sangat penting.

Semoga informasi ini bisa berguna untuk adik-adik kita, saudara, teman, anak-anak kita nanti, Anda sendiri . . .

Mohon komentarnya sebagai masukkan untuk postingan selanjutnya......terima kasih J





Referensi :

http://yayang08.wordpress.com/2008/05/07/dampak-internet-bagi-pelajar/

http://smppgri1bdl.wordpress.com/artikel-tik/dampak-negatif-teknologi-informasi-dan-komunikasi-bagi-pelajar/
Continue >>>

Sistem Informasi Psikologi


Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :

1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.

3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.

Salah satu bentuk dari sistem informasi adalah aplikasi E-commerce. Electronic commerce (EC) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa padan World Wide Web Internet (Shim, Qureshi, Siegel, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk Internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000).
 
Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan E-COMMERCE (EC) dari beberapa perspektif berikut :
  • Dari perspektif komunikasi, EC merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
  • Dari perspektif proses bisnis, EC merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
  • Dari perspektif layanan, EC merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
  • Dari perspektif online, EC kepasitas jual beli produk dan informasi di Internet dan jasa online lainnya.
Secara umumnya, E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Saya sendiri memang belum pernah menggunakan EC tetapi dari informasi yang saya dapat, dengan adanya EC ini banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dihasilkannya. Antara lain :

Manfaat e-commerce bagi konsumen :

  • Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
  • Electronic commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
  • Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
  • Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
  • Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggi.
  • Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
  • Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
  • Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Manfaat e-commerce bagi masyarakat :

  • Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
  • Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  • Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
  • Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.

Kelemahan e-commerce :

1. Harga pro.duk yang tidak bisa ditawar-tawar

Hal ini dikarenakan tidak adanya tatap muka antara penjual dan pembeli produk, sehingga tidak memungkinkan dalam melakukan proses tawar-menawar. Sekalipun proses tawar-menawar itu ada, maka yang terjadi bukanlah seperti proses tawar-menawar seperti pada umumnya.
Seperti yang sering saya lihat di FJB (Forum Jual Beli). Para penjual produk akan memberikan data tentang produk yang akan ditawarkan atau dijual. Mereka juga mempersilakan jika ada orang yang ingin menawar produk mereka. Namun biasanya proses tawar-menawar ini berlangsung cukup lama, sekitar 2-3 hari.

Mengapa bisa sedemikian lama? Kita kembali ke penjelasan yang telah saya berikan di awal. E-commerce tidak menyediakan sarana atau tempat bagi para penjual dan pembeli produk untuk melakukan proses tawar-menawar. Mungkin kita dapat menggunakan sarana seperti IM (Instant Mesengger), namun itu tidak akan berdampak banyak.

2. Kondisi produk yang meragukan (baik atau buruk).

Jika kita ingin melakukan e-buy namun kita tidak pernah melakukan kegiatan tersebut sebelumnya, berhati-hatilah. Karena kita terancam “membeli kucing dalam karung”. Hal ini dapat terjadi karena penjual hanya memberikan contoh produk (biasanya berupa foto atau gambar) disertai data-data dan penjelasan singkat mengenai produk tersebut.

Sebagai contoh saya mengambil dari transaksi yang terjadi di FJB. Kembali saya sebutkan bahwa penjual produk akan memberikan data tentang produk yang akan ditawarkan disertai dengan contoh produk (berupa foto atau gambar). Bagi mereka yang pertama kali melakukan penujualan, tentu tidak akan mudah untuk meyakinkan calon pembeli hanya dengan gambar dan penjelasan singkat. Pembeli pun tidak akan mudah percaya begitu saja dengan kualitas dari produk yang ditawarkan.
Dari sekian banyak kegiatan jual-beli yang terjadi di FJB, cukup banyak pembeli yang merasa tertipu dengan kualitas produk yang mereka beli. Mereka tertipu oleh foto atau gambar yang ditampilkan oleh penjual produk. Dan pembeli pun gegabah dalam meneliti dan mencermati produk yang ingin mereka beli.

E-buy hanya sebuah sarana untuk memudahkan kita dalam melakukan pembelian suatu produk. Namun baik e-commerce ataupun e-buy sendiri tidak pernah menjamin bahwa produk yang terdaftar dalam web e-commerce adalah produk yang semuanya baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kepercayaan dalam melakukan kegiatan ini. Dan ini yang menciptakan sebuah hubungan yang erat antara penjual dan pembeli yang biasa disebut dengan “langganan”.

3. Beresiko tinggi kartu kredit dapat dilacak oleh hacker dan terkena hack.

Transaksi yang terjadi dalam e-commerce bersifat online. Yang artinya, PC kita terhubung oleh jutaan PC di seluruh dunia melalui aplikasi yang disebut internet. Hal ini tentu memudahkan para hacker yang ingin melancarkan pencurian atau penggelapan kartu kredit kita.

Dalam menggunakan internet, memang dibutuhkan kewaspadaan lebih. Karena tanpa kita sadari, di saat kita sedang melakukan browsing, ada banyak serangan yang masuk ke account kita. Seperti spam, pishing, hacker, virus. Untuk itu kita harus bisa menjamin, setidaknya PC kita terlindungi oleh serangan semacam itu. Terutama saat kita melakukan akses yang mengharuskan kita untuk meng-input ID kita. Salah satunya dalam kegiatan e-commerce atau e-buy.

Belum selesai dengan permasalah hacker, kini kita dipaksa untuk harus ekstra berhati-hati lagi. Karena saat ini ada semacam alat untuk menyimpan setiap huruf dan angka yang kita ketik melalui keyboard kita. Jadi sebisa mungkin hindari transaksi menggunakan kartu kredit. Jika memang harus, lakukanlah dengan web e-commerce yang sudah terpercaya.

4. Kurang terjaminnya pengiriman barang akan segera dilakukan pihak web e-commerce setelah melakukan transaksi pembayaran.

Untuk kesekian kalinya para pembeli dirugikan dengan sistem e-commerce. Sistem yang mengurangi atau bahkan menghilangkan tatap muka antara penjual dan pembeli ini kerap kali dijadikan celah bagi penjual yang ingin melakukan aksi penipuan.
Dalam transaksi e-commerce biasanya terdapat langkah-langkah sebagai berikut:
  • Penjual menawarkan produknya kepada calon pembeli melalui web e-commerce atau forum jual beli.
  • Calon pembeli yang telah mencapai kesepakatan dengan penjual biasanya melakukan pemesanan disertai pembayaran melalui ATM dengan rekening yang telah sama-sama disepakati.
  • Jika produk yang dijual bersifat ready stock, maka setelah penjual menerima pembayaran, barang akan langsung dikirim melalui paket. Jika produk yang dijual bersifat manufacture, maka setelah penjual menerima pembayaran awal, baru akan dibuat produknya. Dan saat produknya selesai makan pembeli melakukan pembayaran akhir sebelum penjual mengirim produknya.
Dalam proses pembayaran dan pengiriman ini biasanya terdapat celah yang dapat menimbulkan kerugian bagi calon pembeli. Saya kembali mengambil contoh dari FJB. Belakangan ini sempat terjadi kasus penipuan di FJB. Yaitu mengenai transaksi jual-beli laptop. Dua orang korban dari penjual yang sama. Kasusnya terjadi saat calon pembeli telah mentransfer sejumlah uang untuk harga yang disetujui, namun setelah 2-3 hari dia belum mendapatkan kiriman barangnya.

Oleh karena itu, pihak FJB selalu mengingatkan kepada calon pembeli agar mengutamakan transaksi COD (Cash On Delivery), di mana kita bertemu langsung dengan penjualnya untuk mengambil produk yang kita pesan untuk kemudian melakukan pembayaran. Selain itu juga disarankan untuk menggunakan REKBER (Rekening Bersama), sehingga kasus penipuan seperti di atas dapat dicegah.

Ini hanyalah salah satu bentuk dari pengaplikasian sistem informasi. Penjelasan di atas di ambil dari berbagai sumber. Semoga penulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca.... terima kasih :)
*sumber :
http://tirtoyudi.wordpress.com/2009/10/22/kelemahan-sistem-e-commerce/
http://ikhsan-ai.it-kosongsatu.com/2010/05/manfaat-e-commerce-dan-kelemahannya/
http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-informasi-definisi-sistem-informasi.htm
Continue >>>

IKLAN . . .





1. Pengertian Periklanan
Periklanan merupakan bentuk komunikasi non-personal yang dibayar mengenai organisasi, produk, pelayanan atau ide oleh sponsor tertentu. Komponen Non-personal berarti bahwa iklan melibatkan media massa seperti televisi, radio, majalah, dan koran yang dapat menyalurkan pesan kepada khalayak luas dalam satu waktu yang sama (Belch & Belch, 2004).
"Iklan adalah komunikasi komersiil dan non-personal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massa seperti televisi, radio, koran, majalah., direct mail, reklame luar ruang, kendaraan umum" (Lee and Johnson, 2004).
Iklan merupakan materi yang dirancang untuk menarik perhatian publik, dengan tujuan agar mereka melakukan sesuatu yang ditawarkan, melalui berbagai media. Pada strategi pengemasan pesan, iklan haruslah lebih dari sekedar menggugah ingatan konsumen. Audience yang melihat iklan harus memilki pemahaman mengenai pesan yang disampaikan (Lee, 2005). Menurut David Ogilvy dalam Hardiman (2006), "seorang tokoh periklanan modern, iklan yang berhasil tidak hanya kreatif namun juga harus menjual".
Periklanan dapat dipandang sebagai kegiatan penawaran kepada suatu kelompok masyarakat baik secara lisan ataupun dengan penglihatan (berupa berita), tentang suatu produk, jasa, atau ide. Berita yang disampaikan tersebut
dinamakan iklan atau advertensi
Jadi iklan adalah suatu bentuk komunikasi non-personal melalui media massa yang digunakan oleh sebuah organisasi untuk menyebarkan pesan seefisien mungkin mengembangkan sikap, atau mengharapkan adanya suatu tidakan yang menguntungkan bagi organisasi tersebut.
2. Tujuan Periklanan

Tujuan periklanan yang utama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa, atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera meskipun banyak juga penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang. Dari segi lain periklanan yang riil adalah mengadakan komunikasi secara efektif. Menurut (Swastha dan Irawan, 1983, hlm. 252) tujuan lain dari periklanan adalah

  1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi lain.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan ataupun salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misal dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan baru.
  5. Memperkenalkan produk baru.
  6. Menambah penjualan industri.
  7. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.
  8. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum melalui periklanan.


Pemasaran bertujuan memberitahu serta memberi petunjuk kepada pembeli potensial dan untuk meningkatkan penjualan. Dalam periklanan diusahakan agar dapat menarik perhatian, minat, keinginan, keyakinan serta menimbulkan tindakan membeli dengan memanfaatkan media yang tersedia seperti televisi, radio, koran, majalah, dan lain sebagainya.



3. Sasaran Periklanan

Dalam memasang iklan hendaknya tidak semata-mata mempertimbangkan yang akan menjadi sasarannya, tetapi juga perlu dipertimbangkan pihak-pihak yang mungkin berhubungan dengan iklan dan sasarannya. Menurut (Sigit, 1982) iklan sebaiknya disusun dengan memperhatikan beberapa hal yaitu:

  1. Para pembeli dan pemakai diwaktu sekarang.
  2. Mereka yang memilki potensi sebagai pembeli.
  3. Mereka yang memilki kekuasaan memutuskan membeli.
  4. Mereka yang menjadi pembeli atau pemakai diwaktu yang akan dating.
  5. Mereka yang dapat dipengaruhi orang lain untuk membeli atau memakai.
  6. Pasar pedagang.
  7. Pasar pesaing.

4. Jenis-jenis Periklanan
Adapun jenis-jenis media periklanan yang dapat digunakan antara lain (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, 2007):
  1. Iklan media cetak : surat kabar, majalah, jurnal tabloid, dll.
  2. Iklan media elektronik : televisi, radio (jingel dan sound), dll
  3. Iklan Media Online : internet
  4. Poster, papan reklame dan media ruang lainnya
  5. Brosur, booklet, katalog, dan lain-lain
  6. Surat penawaran melalaui direct mail
  7. Pemberian sponsor dengan penekanan pada tujuan pemasaran dan periklanan
  8. Bentuk-bentuk iklan khusus, seperti tas belanja, balon udara, dll
5. Klasifikasi Periklanan
Tiada istilah tunggal, jelas dan menyeluruh yang bisa menggambarkan karakter kompleks periklanan serta fungsi-fungsinya yang majemuk dan saling terkait. Periklanan sering kali diklasifikasikan dalam beberapa tipe besar, yaitu sebagai berikut (Lee, 2004) :
• Periklanan Produk
Porsi utama pengeluaran periklanan umumnya dibelanjakan untuk produk, berupa presentasi dan promosi produk-produk baru, produk-produk yang ada, maupun produk-produk hasil revisi. Iklan televisi OREO "Saya Cinta Keluarga Saya Percaya OREO" diklasifikasikan ke dalam tipe periklanan ini. Pesan dalam yang disampaikan melalui bintang iklan Ferdy Hasan dan ke-dua Anaknya, menyampaikan bahwa OREO diproduksi di dalam negeri dengan menggunakan bahan berkualitas dan terjaminan keamanannya. Dengan menampilkan secara langsung pabrik OREO dan pesan yang ada dalam percakapan antara Ferdy Hasan dan ke-dua, diharapkan OREO yang telah ada di pasaran Indonesia sejak tahun 2000 ini, memperoleh kepercayaan kembali dari masyarakat yang sempat ragu akan keamanan OREO, karena adanya pemberiataan OREO yang mengandung melamin.
• Periklanan Eceran
Berlawanan dengan iklan produk, periklanan eceran bersifat lokal dan berfokus pada toko, tempat dimana beragam produk dapat dibeli atau dimana satu jasa dapat ditawarkan. Periklanan eceran memberikan tekanan pada harga, ketersediaan, lokasi dan jam-jam operasi.
• Periklanan Korporasi
Kebanyakan periklanan korporasi dirancang untuk menciptakan citra menguntungkan bagi sebuah perusahaan dan produk-produknya. Fokus periklanan ini adalah membangun identitas korporasi atau untuk mendapatkan dukungan publik terhadap sudut pandang organisasi.
• Periklanan Bisnis ke Bisnis
Periklanan ini ditujukan kepada para pelaku industri, pedagang perantara (pedagang partai/pengecer), serta para profesional, misalnya iklan ban yang ditujukan khusus kepada perusahaan manufaktur mobil.
• Periklanan Politik
Periklanan ini dirancang untuk tujuan politik, seringkali digunakan para politisi untuk membujuk orang agar memilih mereka atau pemerintah dalam rangka memperbaiki reputasi negara, dll.
• Periklanan Direktori
Bentuk terbaik periklanan direktori yang dikenal adalah Yellow Pages, meskipun sekarang terdapat berbagai jenis direktori yang menjalankan fungsi serupa. Pada umumnya orang melihat periklanan direktori untuk menemukan cara membeli sebuah produk atau jasa.
• Periklanan Respon Langsung
Periklanan respon langsung melibatkan komunikasi dua arah diantara pengiklan dan konsumen. Periklanan ini menggunakan berbagai media seperti pos, televisi, koran, atau majalah, dan komsumen dapat menanggapinya melalui pos, telepon, faks, dll.
Periklanan Pelayanan Masyarakat
Perikalanan Pelayanan masyarakat dirancang untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan masyarakat kesejahteraan masyarakat. Pelayanan masyarakat dirancang untuk kepentingan
• Periklanan Advokasi
Periklanan advokasi berkaitan dengan penyebaran gagasan-gagasan dan klarifikasi isu sosial yang kontroversial dan menjadi kepentingan masyarakat, misalnya mengenai konservasi alam, dll.
Continue >>>

Analisis Artikel


Warta Kota, 23 September 2010

 
Dalam postingan kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai produk yang dipasarkan karena permintaan konsumen. Sebagai contoh, saya mengambil artikel terkait yang berjudul " Lima Kamera Saku Baru Canon ". Artikel tersebut diterbitkan oleh harian Warta Kota pada hari Kamis, 23 September 2010. Berikut ini adalah garis besar isi dari artikel tersebut.

 
Produsen kamera canon akan merilis lima poduk barunya di pasar kamera saku digital. Produk baru tersebut adalah Ixus 1000 HS, Powershot G12, Poweshot S95, Powershot SX30IS, dan Powershot SX130IS, dengan kisaran harga antara 4 juta – 5 juta rupiah. Keunggulan dari produk ini adalah telah dilengapinya teknologi High Sensitivity (HS) System untuk produk Canon Powershot G12, S95, dan Ixus 1000HS. HS System ini akan membuat kamera menjadi lebih mumpuni dalam mengatasi kepekaan cahaya sehingga menghasilkan gambar yang taja dan halus dengan warna yang cemerlang meski kondisi minim cahaya. Sedangkan dua produk lainnya menggunakan teknologi Hybrid IS yang menjadikan kemampuan fungsi Image Stabilization meningkat. Produk – produk ini diluncurkan karena banyaknya keluhan konsumen yang mengalami hasil jepretan yang kurang maksimal bila di dalam ruangan atau malam hari, seperti banyak noise dan hasil yang berbayang.

 
Berdasarkan uraian di atas, saya berpendapat bahwa permintaan konsumen sangat mempengaruhi produk yang akan dipasarkan kelak. Selain itu, keluhan konsumen dapat menjadi kritik produsen untuk memproduksikan produk yang lebih canggih lagi. Hal ini tidak lain adalah untuk menjaga kualitas produsen dalam memuaskan pelanggannya. Teknologi yang terdapat pada kamera baru Canon ini akan melengkapi produk yang sebelumnya. Dengan resolusi mutakhirnya, sangat diharapkan dapat memuaskan konsumen dan meningkatkan tingkat penjualan.

 
Continue >>>

Psikologi Konsumen


Remaja sebagai konsumen
Belanja, adalah kata yang sering digunakan sehari-hari dalam konteks perekonomian, baik di dunia usaha maupun di dalam rumah tangga. Namun kata yang sama telah berkembang artinya sebagai suatu cerminan gaya hidup dan rekreasi pada masyarakat kelas ekonomi tertentu. Belanja juga punya arti tersendiri bagi remaja. Entah itu memang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya maupun hanya untuk menjaga gengsi di kalangan remaja. Banyak pula remaja yang berbelanja tanpa tau dengan jelas apa kegunaannya.
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Kegiatan konsumsi adalah pekerjaan atau kegiatan yang memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang diprosuksi atau dibuat oleh produsen. Contoh kegiatan konsumsi adalah seperti makan di warteg, nyukur jenggot di tukang pangkas rambut, berobat ke dokter, beli combro dan misro untuk dimakan sendiri atau berame-rame, dsb
Pola hidup konsumtif sudah mengakar di budaya bangsa Indonesia, sehingga tak mengenal tua-muda, tak mengenal kaya-miskin, keinginan untuk hidup "wah" secara merata hinggap di pikiran kita. Tentu ada pengecualian bagi segelintir orang, namun pada umumnya ya begitulah. Keinginan memiliki benda-benda pemuas panca indra yang berdampak pada bertambahnya kebutuhan energi, kian meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan per-kapita. Pendapatan mestinya tidak dihabiskan untuk keperluan konsumtif, tetapi disisihkan sebahagian untuk tabungan. Tabungan akan bermanfaat untuk keperluan investasi, dan kemudian akan bisa digunakan untuk usaha-usaha produktif. Yang terjadi di kebanyakan orang Indonesia dewasa ini, pendapatannya bahkan minus untuk keperluan konsumtif, karena kemudahan memperoleh benda-benda dengan pembelian kredit, leasing, dll.
Perilaku konsumtif masyarakat pada dasarnya terbentuk ketika remaja yang kemudian terbawa hingga dewasa. Perilaku konsumtif pada remaja sebenarnya dapat dimengerti bila melihat usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang "tren". Remaja dalam perkembangan kognitif dan emosinya masih memandang bahwa atribut yang superfisial itu sama penting (bahkan lebih penting) dengan substansi. Apa yang dikenakan oleh seorang artis yang menjadi idola para remaja menjadi lebih penting (untuk ditiru) dibandingkan dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan artis idolanya itu untuk sampai pada kepopulerannya.
Bagi produsen, kelompok usia remaja adalah salah satu pasar yang potensial. Alasannya, antara lain karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. Di samping itu, remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Sifat-sifat remaja inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja.
Di kalangan remaja yang memiliki orangtua dengan kelas ekonomi yang cukup berada, terutama di kota-kota besar, mall sudah menjadi rumah kedua. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang sedang beredar. Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Alhasil, muncullah perilaku yang konsumtif.
Konsumtif vs konsumerisme
Kata "konsumtif" (sebagai kata sifat; lihat akhiran -if) sering diartikan sama dengan kata "konsumerisme". Padahal kata yang terakhir ini mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal.
Memang belum ada definisi yang memuaskan tentang kata konsumtif ini. Namun konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Misalnya sebagai ilustrasi, seseorang memiliki penghasilan 500 ribu rupiah. Ia membelanjakan 400 ribu rupiah dalam waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Sisa 100 ribu ia belanjakan sepasang sepatu karena sepatu yang dimilikinya untuk bekerja sudah rusak. Dalam hal ini orang tadi belum disebut berperilaku konsumtif. Tapi apabila ia belanjakan untuk sepatu yang sebenarnya tidak ia butuhkan (apalagi ia membeli sepatu 200 ribu dengan kartu kredit), maka ia dapat disebut berperilaku konsumtif.
Pemaknaan istilah konsumtivisme dan konsumerisme jelas berbeda, sama hal orang menilai apa itu emas dan kuningan, tetapi kerap kali konsumtivisme di-sama-arti-kan dengan konsumerisme. Kedua istilah tersebut adalah dua hal yang berbeda maknanya. Dari kedua arti kata-kata tersebut jelas bahwa konsumerisme justru yang harus digalakkan dan konsumtivisme yang harus dijauhi.
Konsumtivisme merupakan paham untuk hidup secara konsumtif, sehingga orang yang konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut. Oleh karena itu, arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.
Sedangkan konsumerisme itu sendiri merupakan gerakan konsumen (consumer movement) yang mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen (akhir). Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumer.
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), arti konsumerisme (consumerism) adalah cara melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya. Selain itu, arti kata ini adalah pemakaian barang dan jasa. Bila kita telesuri makna kata konsumtivisme maupun konsumerisme bukan sesuatu hal yang baru. Sebab pada dasarnya -isme yang satu ini ternyata sudah lama ada dan sejak awal telah mengakar kuat di dalam kemanusiaan kita (our humanity). Hal ini bisa kita lihat dari ekspresinya yang paling primitif hingga yang paling mutakhir di jaman modern ini.
Konsumerisme adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yaitu consumerism. Defenisi otentik dari konsumerisme antara lain disebutkan;
Menurut Encyclopedia Britanica, Konsumerisme sebagai gerakan atau kebijaksanaan yang diarahkan untuk menata metode dan standar kerja produsen, penjual dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.
Dari semua defenisi yang ada di atas, nyata bahwa konsumerisme memiliki nilai luhur yang harus diperjuangkan untuk kepentingan konsumen.
Apakah Konsumtif Berbahaya?
Perilaku konsumtif pada remaja sebenarnya dapat dimengerti bila melihat usia remaja sebaga usia peralihan dalam mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang in. Remaja dalam perkembangan kognitif dan emosinya masih memandang bahwa atribut yang superfisial itu sama penting (bahkan lebih penting) dengan substansi. Apa yang dikenakan oleh seorang artis yang menjadi idola para remaja menjadi lebih penting (untuk ditiru) dibandingkan dengan kerja keras dan usaha yang dilakukan artis idolanya itu untuk sampai pada kepopulerannya.
Menjadi masalah ketika kecenderungan yang sebenarnya wajar pada remaja ini dilakukan secara berlebihan. Pepatah "lebih besar pasak daripada tiang" berlaku di sini. Terkadang apa yang dituntut oleh remaja di luar kemampuan orang tuanya sebagai sumber dana. Hal ini menyebabkan banyak orang tua yang mengeluh saat anaknya mulai memasuki dunia remaja. Dalam hal ini, perilaku tadi telah menimbulkan masalah ekonomi pada keluarganya.
Perilaku konsumtif ini dapat terus mengakar di dalam gaya hidup sekelompok remaja. Dalam perkembangannya, mereka akan menjadi orang-orang dewasa dengan gaya hidup konsumtif. Gaya hidup konsumtif ini harus didukung oleh kekuatan finansial yang memadai. Masalah lebih besar terjadi apabila pencapaian tingkat finansial itu dilakukan dengan segala macam cara yang tidak sehat. Mulai dari pola bekerja yang berlebihan sampai menggunakan cara instan seperti korupsi. Pada akhirnya perilaku konsumtif bukan saja memiliki dampak ekonomi, tapi juga dampak psikologis, sosial bahkan etika.

Berdasarkan uraian di atas,maka dapat disimpulkan bahwa :
  1. Pengertian Psikologi Konsumen?
    Merupakan manusia yang berkemauan dan berkecerdasan karenanya di mungkinkan terjadi proses mental yang sifatnya abstrak di dalam dirinya.
  2. Perilaku Konsumen dari sudut pandang psikologi?
    Membantu dalam memahami proses-proses psikologi yang sifatnya individual seperti kepribadian, motivasi, persepsi, proses belajar, sikap dan dinamika kelompok yang berpengaruh terhadap prilaku konsumen.
  3. Apa yang di maksud dengan konsumsi, konsumen, konsumtif dan konsumerisme ? Berikan masing-masing contohnya?
    1. Konsumsi: Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Kegiatan konsumsi adalah pekerjaan atau kegiatan yang memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang diprosuksi atau dibuat oleh produsen.
      Contohnya: makan di restoran, menyewa tukang kebun, berobat ke dokter, menggunakan jasa travel, dll.
    1. Konsumen: Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
      Contohnya: pembeli
      1. Konsumtif: suatu kegiatan mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal. Konsumtif biasanya digunakan untuk menunjuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok.
        Contohnya: Perilaku boros
      2. Konsumerisme: Menurut Encyclopedia Britanica, Konsumerisme sebagai gerakan atau kebijaksanaan yang diarahkan untuk menata metode dan standar kerja produsen, penjual dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.
        Contohnya: melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya.
  4. Pengaruh lingkungan terhadap prilaku konsumen? Berikan contohnya?
    Pengaruh lingkungan terhadap prilaku konsumen:
    Hal ini di pengaruhi karena lingkungan banyak memberikan informasi. Dimana lingkungan ini melalui komunikasi akan menyediakan informasi yang dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan konsumen. Adapun bentuknya antara lain komunikasi kelompok, komunikasi dari mulut ke mulut, komunikasi pemasaran dan lintas kelompok. Pengaruh lingkungan dapat pula datang dari orang terdekat, teman misalnya. Bagi remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri, teman dapat memberikan pengaruh yang sangat besar, karena ingin menjaga gengsi. Selain itu, role mode artis pun dapat menjadikan faktor perilaku konsumtif bagi fansnya yang ingin menjadi glamour seperti idolanya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi

http://organisasi.org/jenis_macam_kegiatan_ekonomi_produksi_distribusi_dan_konsumsi_definisi_pengertian_pendidikan_pengenalan_ekonomi_dasar

Ferrinadewi,Erna.2008.Merek dan Psikologi Konsumen Edisi 1.Yogyakarta:Graha Ilmu
Suryani,Tatik.2008.Perilaku Konsumen:Implikasi pada Strategi Pemasaran Edisi 1. Yogyakarta:Graha Ilmu
Continue >>>

. . taMu-taMu . .

free counters
 

....iMAji MeW..... ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)